Pernahkah Anda merasa gelisah atau merasakan detak jantung yang lebih cepat dari biasanya? Sensasi ini mungkin terasa tidak nyaman, bahkan menakutkan, tetapi seringkali merupakan respons alami tubuh terhadap berbagai kondisi. Meski demikian, penting untuk mengetahui penyebab gelisah dan jantung berdebar, karena bisa jadi ini merupakan tanda dari masalah kesehatan yang lebih serius. Dalam artikel ini, kami akan membahas berbagai faktor yang dapat menyebabkan gelisah dan detak jantung berdebar serta cara mengatasinya.
1. Stres dan Kecemasan
Salah satu penyebab paling umum dari gelisah dan jantung berdebar adalah stres dan kecemasan. Ketika Anda merasa tertekan atau khawatir, tubuh akan merespons dengan meningkatkan produksi hormon stres, seperti adrenalin dan kortisol. Hormon-hormon ini menyebabkan peningkatan detak jantung dan perasaan gelisah.
Kecemasan, baik itu tentang pekerjaan, hubungan pribadi, atau masa depan, dapat memicu respons “fight or flight” yang menyebabkan tubuh menjadi waspada. Gejala fisik yang muncul, seperti detak jantung cepat, sesak napas, atau perasaan cemas berlebihan, adalah hal yang umum terjadi saat seseorang sedang berada dalam kondisi stres tinggi.
2. Gangguan Tidur dan Kelelahan
Kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk juga dapat menyebabkan perasaan gelisah dan jantung berdebar. Saat tubuh tidak mendapatkan cukup istirahat, sistem saraf otonom menjadi terganggu, yang dapat meningkatkan ketegangan fisik dan mental. Ini sering terjadi ketika seseorang merasa lelah, namun tetap terjaga atau terbangun di tengah malam, yang membuat perasaan cemas atau gelisah semakin meningkat.
Selain itu, kelelahan fisik dan mental juga dapat memengaruhi kestabilan detak jantung. Akibatnya, jantung berdebar lebih cepat dan Anda merasa tidak bisa tenang.
3. Konsumsi Kafein dan Stimulan Lainnya
Kafein, yang terkandung dalam kopi, teh, atau minuman energi, adalah stimulan yang bisa mempengaruhi sistem saraf pusat. Konsumsi kafein dalam jumlah besar atau berlebihan dapat menyebabkan detak jantung meningkat, sehingga Anda merasa jantung berdebar. Selain kafein, beberapa obat-obatan dan suplemen yang mengandung stimulan lainnya juga bisa memberikan efek yang sama.
Jika Anda sering merasakan jantung berdebar setelah mengonsumsi kafein atau minuman berkafein, bisa jadi ini adalah tanda bahwa tubuh Anda sensitif terhadap stimulan tersebut. Cobalah untuk mengurangi konsumsi kafein atau pilih minuman yang tidak mengandung stimulan.
4. Gangguan Jantung atau Masalah Kardiovaskular
Dalam beberapa kasus, gelisah dan jantung berdebar dapat menjadi gejala dari masalah jantung atau gangguan kardiovaskular. Kondisi seperti aritmia (gangguan irama jantung), palpitasi jantung, atau penyakit jantung koroner bisa menyebabkan detak jantung yang tidak teratur atau meningkat. Jika gelisah dan jantung berdebar terjadi secara berulang atau disertai dengan gejala lain seperti nyeri dada, pusing, atau sesak napas, segeralah berkonsultasi dengan dokter.
Penting untuk melakukan pemeriksaan medis secara rutin untuk memastikan kesehatan jantung Anda tetap terjaga.
5. Masalah Hormon
Perubahan hormon dalam tubuh juga dapat menjadi penyebab gelisah dan jantung berdebar, terutama pada wanita yang mengalami perubahan hormon selama siklus menstruasi, kehamilan, atau menopause. Kadar hormon estrogen dan progesteron yang berubah-ubah dapat memengaruhi sistem saraf dan jantung, yang akhirnya menimbulkan perasaan cemas dan detak jantung yang cepat.
Selain itu, masalah tiroid, seperti hipertiroidisme, yang menyebabkan kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon, juga dapat menyebabkan gejala serupa. Jika Anda mencurigai adanya masalah hormon, konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
6. Pengaruh Obat-obatan
Beberapa jenis obat-obatan, baik yang diresepkan maupun yang dijual bebas, dapat menyebabkan efek samping berupa jantung berdebar dan gelisah. Obat-obatan seperti decongestant (penyempit pembuluh darah), obat asma, atau obat-obatan untuk tekanan darah dapat mempengaruhi sistem kardiovaskular dan menyebabkan gejala tersebut. Bahkan obat-obatan anti-depresi atau obat penenang yang digunakan dalam pengobatan gangguan mental pun bisa memengaruhi detak jantung.
Jika Anda baru saja mulai mengonsumsi obat baru dan merasa gelisah atau jantung berdebar, segera konsultasikan dengan dokter Anda.
7. Kadar Gula Darah yang Tidak Stabil
Fluktuasi kadar gula darah, baik yang terlalu rendah (hipoglikemia) atau terlalu tinggi (hiperglikemia), dapat menyebabkan tubuh merespons dengan perasaan gelisah dan jantung berdebar. Kadar gula darah yang rendah, misalnya setelah tidak makan dalam waktu lama atau setelah berolahraga intens, bisa menyebabkan detak jantung meningkat sebagai respons tubuh untuk mendapatkan lebih banyak energi. Sebaliknya, kadar gula darah yang tinggi, yang biasanya terkait dengan diabetes, juga dapat menimbulkan gejala serupa.
Menjaga pola makan yang sehat dan teratur sangat penting untuk menjaga kestabilan kadar gula darah.
8. Kondisi Psikologis Lainnya
Gelisah dan jantung berdebar juga dapat disebabkan oleh gangguan psikologis seperti gangguan panik, fobia, atau gangguan stres pasca-trauma (PTSD). Dalam kondisi ini, seseorang bisa merasakan kecemasan berlebihan tanpa penyebab yang jelas, yang kemudian memicu respons tubuh berupa detak jantung cepat dan gelisah.
Jika Anda merasa gelisah secara terus-menerus dan ini mengganggu kehidupan sehari-hari, bicarakan masalah ini dengan seorang profesional di bidang kesehatan mental untuk mendapatkan bantuan dan penanganan yang tepat.
Penanganan dan Cara Mengatasi Gelisah dan Jantung Berdebar
Mengatasi gelisah dan jantung berdebar sangat bergantung pada penyebabnya. Beberapa langkah yang dapat membantu meredakan gejala ini antara lain:
- Relaksasi dan pernapasan dalam: Teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam dapat membantu menenangkan sistem saraf dan mengurangi rasa gelisah.
- Olahraga teratur: Berolahraga secara teratur dapat membantu tubuh mengelola stres dan menjaga kesehatan jantung.
- Menghindari kafein dan alkohol: Mengurangi konsumsi stimulan seperti kafein atau alkohol bisa membantu mencegah gejala gelisah dan jantung berdebar.
- Konsultasi dengan dokter: Jika gejala tidak membaik atau semakin parah, segera berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kesimpulan
Gelisah dan jantung berdebar adalah respons alami tubuh terhadap berbagai kondisi, baik fisik maupun psikologis. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari stres, gangguan tidur, konsumsi stimulan, hingga masalah kesehatan yang lebih serius seperti gangguan jantung. Mengenali penyebab dan gejalanya dengan tepat adalah langkah pertama untuk mengatasi masalah ini secara efektif. Jika Anda merasa cemas atau gelisah berlebihan, jangan ragu untuk mencari bantuan medis untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Gali Ega merupakan praktisi di bidang rehabilitasi narkoba. Berpengalaman lebih dari 4 tahun sebagai staff rehabilitasi narkoba. Aktif menulis mengenai mental health, NAPZA, antisipasi dan perawatan korban pecandu narkoba.





