Tahukah Anda bahwa kelainan seksual merupakan salah satu jenis gangguan kejiwaan? Apabila tidak segera diatasi, maka bisa mengganggu kehidupan pribadi dan juga orang lain.
Kelainan seksual disebut juga dengan parafilia yaitu munculnya rangsangan seksual kuat dari aktivitas atau benda yang tidak normal. Benda atau aktivitas tersebut biasanya tidak akan menimbulkan rangsangan pada orang lain.
Jika Anda merasakan hal tersebut atau justru pasangan yang mengalaminya, sebaiknya segera dapatkan pertolongan. Terapi dan beberapa pengobatan bisa mengatasinya.
3 Hal yang Bisa Menyebabkan Kelainan Seksual
Perilaku yang menyimpang akan seksualitas bisa dialami oleh siapa saja. Penyebab pastinya sendiri masih belum diketahui, tetapi bisa saja terjadi sejak kecil.
Berikut ini beberapa penyebab kelainan seksual yang perlu diwaspadai:
1. Keluarga yang Tidak Harmonis
Anak-anak yang terus menerus melihat orang tuanya bertengkar akan merasakan kurang kasih sayang. Hal ini bisa memicu penyimpangan seksual demi mencari kasih sayang tersebut.
2. Mengalami Trauma
Kejadian yang menjadi trauma juga menjadi salah satu penyebab kelainan seksual. Misalnya, melihat ibunya kerap dipukul oleh ayah atau melihat film porno sejak kecil.
3. Gangguan Mental
Orang dengan gangguan mental seperti OCD, narsistik, dan antisosial memiliki kecenderungan lebih besar mengalami penyimpangan seksual.
Jenis-jenis Kelainan Seksual dan Gejalanya
Sampai saat ini ada cukup banyak perilaku penyimpangan seksual yang terjadi di masyarakat. Di antaranya adalah:
1. Eksibisionis
Seseorang dengan eksibisionis akan suka mempertontonkan alat kelaminya kepada orang lain tanpa persetujuan. Mereka akan merasa senang melakukannya bahkan dalam tahapan yang parah yaitu masturbasi.
Gejala dari eksibisionis adalah merasa terangsang ketika ada orang yang melihat alat kelaminnya dengan ekspresi jijik. Mereka akan semakin sering melakukannya.
2. Fetisisme
Saat mengalami fetisisme, orang tersebut akan merasa terangsang ketika menyentuh atau menggunakan objek berupa benda tertentu. Contohnya, stoking, sepatu hak tinggi atau pakaian dalam.
Ciri-ciri kelainan seksual pada pria yang mengalami fetisisme bisa terlihat dari obsesinya terhadap benda tersebut. Fetisisme memang tidak mengganggu orang lain tetapi saat mengalami ketergantungan membuat sulit mendapatkan orgasme.
3. Kapitalisme
Jika fetisisme adalah obsesi terhadap benda, maka partialisme merupakan ketertarikan pada bagian tubuh lain yang tidak lazim. Contohnya, kaki, jari-jari, bahkan ketiak.
Seseorang hanya akan merasa terangsang ketika melihat atau menyentuh bagian-bagian tubuh tersebut. Kelainan ini memang tidak cukup mengganggu jika pasangan memberikan izin untuk menyentuhnya.
4. Froteurisme
Penyimpangan seksual ini lebih ke arah aktivita menggesekkan alat kelamin kepada orang lain tanpa izin. Kebanyakan dari mereka suka melakukannya di ruang publik, seperti bus atau kereta.
Gejalanya biasanya adanya fantasi yang muncul saat menggesek alat kelamin di ruang publik. Kebiasaan ini pun akan berlanjut melibatkan orang lain yang tidak dikenal.
5. Voyeurisme
Hobi mengintip orang lain yang sedang telanjang di kamar mandi adalah kelainan yang disebut voyeurisme. Orang tersebut akan puas dan melakukan masturbasi saat mengintip orang telanjang.
Sekilas, voyeurisme tidak berbahaya karena orang hanya memuaskan dirinya sendiri. Namun, akan membuat orang lain tidak nyaman dan pelaku bisa saja menguntit korbannya.
6. Transvestisme
Jenis kelainan selanjutnya adalah transvestisme yaitu perasaan puas dalam seksual saat mengenakan pakaian yang tidak umum. Pakaian tersebut merupakan milik lawan jenis, seperti pria menggunakan rok atau celana dalam wanita.
Gejala yang kerap terjadi adalah sering berdandan ala lawan jenis dan muncul perasaan yang menggebu-gebu. Tidak jarang juga orang tersebut akan mencuri pakaian lawan jenis.
7. Masokisme
Cukup banyak bisa merasa puas secara seksual dengan melihat pasangan atau orang lain dipermalukan. Beberapa aktivitas menyakiti pun akan berlangsung seperti memukul, mencambuk bahkan menuangkan lilin.
Ciri-ciri kelainan seksual pada wanita atau pria yang mengalami masokisme adalah memiliki fantasi berlebihan tentang penyiksaan. Aktivitas menyiksa menjadi obsesi yang bisa menimbulkan rangsangan.
8. Sadisme
Mirip dengan masokisme yang akan merasa terangsang ketika pasangan mendapat penyiksaan. Bedanya, pada sadisme mereka akan senang menyiksa tanpa persetujuan pasangan.
Hal ini sangat berbahaya, karena bisa menimbulkan luka yang tidak bisa disembuhkan hingga kematian. Jika Anda menemukan orang dengan preferensi sadisme, maka sebaiknya segera hindari atau ajak untuk berobat.
9. Sadomasokisme
Ada juga penyimpangan seksual yang mana satu orang suka melakukan aktivitas menyakiti agar terangsang. Namun, pasangannya lebih suka mendapat perlakuan disakiti.
Hal ini juga bisa berdampak buruk karena keduanya bisa saja tidak mengetahui batasan untuk saling menyakiti. Tidak sedikit juga yang mengalami luka fisik hingga kematian.
10. Pedofilia
Istilah jenis penyimpangan seksual ini tentu akrab didengar. Orang dengan pedofilia akan merasa puas secara seksual ketika melakukan aktivitas seks dengan anak usia 13 tahun ke bawah.
Tidak jauh berbeda dengan sadisme, mereka akan melakukan aktivitas menyiksa yang membuat anak trauma. Mulai dari mengajaknya melihat masturbasi bahkan menyentuh dan memaksa melakukan seks.
Hal ini akan menimbulkan trauma bahkan tidak sedikit pula anak-anak yang mengalaminya juga menjadi pedofil di masa depan.
11. Asphyxiophilia
Beberapa orang ada yang mengalami kepuasan seksual saat dicekik dan kehabisan napas. Disebut dengan Asphyxiophilia, orang tersebut tidak hanya akan meminta orang lain mencekiknya, tetapi juga melakukannya sendiri.
Aktivitas mencekik tidak hanya dengan tangan tetapi juga tali, syal, atau objek lainnya. Penyimpangan ini tentu sangat berbahaya, karena bisa berujung pada kematian.
Cara Mengobati Kelainan Seksual dari Segi Medis dan Gaya Hidup
Apabila Anda menemui gejala penyimpangan seksual terhadap diri sendiri atau orang lain, bahkan anak sebaiknya segera melakukan penanganan. Beberapa cara mengatasi kelainan seksual berikut sangat diperlukan:
1. Pengobatan Medis
Dokter akan mendiagnosa dari konsultasi, tes darah, tes kadar hormon hingga rekam otak. Jika hasilnya mengarah pada penyimpangan seksual, maka obat-obatan akan diberikan.
Mulai dari obat anti androgen untuk mengurangi dorongan seks, hingga obat antidepresan, obat antipsikotik untuk mengurangi perilaku agresif.
2. Terapi
Dokter juga akan memberikan beberapa terapi. Misalnya, terapi perilaku kognitif yang bertujuan memperbaiki pola pikir dan ketertarikan seksual yang menyimpang.
Ada juga terapi berkelompok yang mendukung pasien bisa berdiskusi serta berbagi masalahnya.
3. Menjauhkan Diri dari Pornografi
Dalam gaya hidup, pasien dengan penyimpangan seksual harus menghindari pornografi. Tindakan ini juga menjadi bentuk pencegahan untuk anak-anak.
Penting untuk menghindari hal-hal yang bisa memicu penyimpangan seksual seperti pornografi.
4. Menjalani Hidup Sehat
Gaya hidup lainnya adalah menjalani gaya hidup sehat, seperti rutin olahraga dan juga mengelola stres agar tidak fokus pada fantasi yang muncul.
Berbicara dengan orang lain dan fokus pada hal positif lainnya juga menjadi bentuk gaya hidup sehat.
5. Mengobati Trauma
Jika penyebab penyimpangan seksual adalah trauma, maka mengobatinya adalah cara cepat untuk terbebas dari gangguan ini.
Rutin konsultasi dengan psikolog dan mendapat pengobatan yang tepat bisa melepaskan diri dari masalah trauma.
Orang dengan kelainan seksual bisa tampak normal secara sekilas. Oleh karena itu, perlu pengamatan yang cukup rutin untuk mengetahuinya.
Apabila Anda menemui orang dengan penyimpangan seksual sebaiknya segera berikan bimbingan dan ajak untuk berobat ke dokter.

Gali Ega merupakan praktisi di bidang rehabilitasi narkoba. Berpengalaman lebih dari 4 tahun sebagai staff rehabilitasi narkoba. Aktif menulis mengenai mental health, NAPZA, antisipasi dan perawatan korban pecandu narkoba.




